Tepatnya dari dua minggu yang lalu kita saling mengenal satu sama lain. Hari-hari semakin berlalu dan akupun baru menyadari bahwa kamu telah membawa ku untuk membuka dunia atau lembaran baru. Kamu telah hadir dan membantuku untuk berdamai dengan masa laluku untuk siap menghadapi masa depanku. Tetapi entah mengapa aku telah mencoba menepis rasa ketakutan dan kekhawatiran itu, namun tetap saja ada. Akupun bingung harus seperti apa untuk melawan kekhawatiran itu, ingin berusaha mencoba dan menjalani semuanya meskipun melawan arus ketakutan itu. Sebab kalau tidak dicoba apakah kita akan benar-benar tahu hasilnya seperti apa? Hidup itu pilihan. Kita mau tetap terpuruk atau bangkit. Aku telah bangkit dan siap tidak siap aku pun harus benar-benar siap untuk terjatuh kembali. Sampai kapan kita benar-benar bangkit tanpa harus terjatuh kembali? Ya sampai saatnya rencana Tuhan yang jauh lebih indah itu menjadi kenyataan. Bukankah tidak ada seorang pun makhluk Tuhan yang tahu rencanaNYA??? Apapun hal yang tidak kita inginkan itu hadir, jadikanlah itu menjadi proses dalam pendewasaan. Terima kasih kamu telah memberikan warna baru. Aku tidak berharap banyak padamu. Aku tahu kita akan sulit bersatu. Alasan tidak bisa menyatu itu karena bunyi bedug masjid tidak akan pernah bisa berinstrumen indah dengan bunyi lonceng gereja :") Mungkin kita akan bahagia, tapi kebahagiaan itu ada bukan karena saat kita bersama. Melainkan kebahagiaan itu ada saat kita menerima bahwa ternyata jalan kita memang berbeda karena adanya keyakinan yang kita miliki tak sama. Aku tahu memang di mata Tuhan kita tidak pernah ada yang berbeda. Tuhan memang SATU, namun kita memang hanya dibatasi dengan keyakinan yang berbeda.