Jumat, 05 April 2013

Diantara Luka dan Diantara Duka

Aku butuh waktu yg lama untuk mempertahankan kita, dan kamu cuma butuh waktu beberapa detik untuk menghancurkan semuanya.
Menghancurkan semua mimpi yang dibangun dari awal, namun mimpi ya hanyalah tinggal mimpi.
"Luka" yg kau beri memaksaku untuk pergi, namun "Kenangan indah" yg telah kita lalui menyuruhku untuk tetap bertahan denganmu.
Namun tak ada gunanya aku mempertahankan seseorang yang sudah tidak mempunyai alasan lagi untuk mempertahankan aku.
Kau hanya menganggap aku seperti lilin, yg akhirnya kau padamkan disaat kau menemukan cahaya yg lebih terang.
Cahaya terang yang kau anggap dapat menerangkan masa depanmu dan kebahagiaanmu.
Rasa kecewa mampu menghancurkanku secara perlahan, tapi inilah aku.. Aku mulai terbiasa dengan lukamu dan terbiasa hidup tanpamu.
Sehingga mampu membuatku bangkit dan percaya rencana Tuhan jauh leih indah dari mimpiku selama ini.
Kucoba selipkan rindu dalam dinginnya hujan, berharap rindu itu sampai padamu dan merubahnya jd pelangi indah yg kembali mewarnai hidupku.
Namun pelangi yang indah itu justru kau rubah menjadi warna hitam pekat dalam hidupku.
Kau telah terlelap dalam mimpi indahmu, sedangkan aku masih terjaga dengan kerinduanku.
Kerinduan yang selalu hadir dalam keheningan malam dan dalam kesendirian.
Aku hanya mencoba bahagia, mencoba tegar, mencoba tersenyum, diantara luka dan diantara duka.