Senin, 17 Februari 2014

Warna Baru

Hadirnya kamu memberikan warna baru dalam hari-hariku.
Setelah hari-hari yang kelam selalu bersamaku dan manghantuiku setiap harinya.
Karena denganmu aku merasa berbeda.
Meskipun........
Ketika kamu hadir menyapa, aku tau bukanlah aku orang pertama yang kamu sapa.
Ketika kamu memberiku segenap cintamu, aku tau bukanlah aku orang yang pertama kamu berikan cintamu.
Ketika kamu menenangkanku dengan pelukanmu, aku tau bukanlah aku orang pertama yang pernah kamu tenangkan.
Ketika kamu mengusap airmataku, aku tau bukanlah aku orang yang pertama kali kamu hapus airmatanya.
Ketika kamu mempertahankan aku, aku tau bukanlah aku orang pertama yang kamu pertahankan.
Yaaaaaaa....... Aku sadar dengan semua itu.
Akupun tidak pernah berharap untuk selalu menjadi yang pertama.
Apalah arti 'pertama' jika setelah pertama masih ada lagi yang kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.
Siapapun itu yang pernah menjadi yang pertama dalam hidupmu dalam masa lalumu aku tidak pernah peduli.
Aku tidak pernah mau mengurusi masa lalu kamu.
Karena biar bagaimana pun kamu yang sekarang terbentuk dari masa lalumu.
Dan yang aku inginkan hanya ingin menjadi masa depanmu.
Perjuanganku akan hal itu juga tidak pernah berhenti sampai aku benar-benar pantas untuk menjadi tempat perhentian terakhirmu.

Kamis, 09 Januari 2014

Kembali Ke Sang Mantan

Sebenernya untuk menghubungi mantan pacar jauh lebih mudah dibandingkan kita harus menemukan pasangan baru. Jaman sekarang tentunya internet sudah banyak yang tau, nah media internet merupakan salah satu akses yang membuat semuanya menjadi lebih mudah termasuk menemui kembali mantan pacar. Banyak juga yang awalnya hanya berawal dari 'iseng' mencari sang mantan di media sosial, melihat profilenya, melihat siapa pacarnya sekarang atau dia lagi dekat dengan siapa. Yaaaa kepo-kepo yang seperti itu memang sering terjadi. Memang sulit menahan diri untuk ga kepo dalam urusan mantan. Nah berawal dari keisengan tersebut bukannya tidak mungkin terjadi kamu dan dia akan menjalin komunikasi kembali. Tetapi harus diingat bahwa menghubungi kembali sang mantan bukan tanpa resiko, tentu pasti ada beberapa resiko yang memang harus kamu pikirkan. Saat berhubungan kembali terkadang kita memang cenderung lebih optimis bahwa hubungan yang akan dijalani kembali akan jauh lebih baik dari hubungan sebelumnya, karena kegagalan dimasa lalu dapat dijadikan pembelajaran dan tidak mungkin untuk diulangi. Tidak sedikit juga yang kembali menjalani hubungan bersama sang mantan akhirnya ga bertahan lama. Karena kamu memiliki ekspektasi bahwa hubungan akan jauh lebih baik. Hal ini bisa saja berubah 180 derajat dari ekspektasi kamu sendiri, mungkin ada beberapa hal yang memang sudah ga seperti dulu lagi dan inilah yang menjadi penghalangnya. Memang sebenernya harus kamu sadari bahwa kehidupan itu selalu berjalan, segala sesuatunya sedikit demi sedikit pasti ada yang namanya perubahan. Selagi perubahan yang terjadi itu masih positif itu ga jadi masalah. Kalo kembali ke pelukan mantan seharusnya jangan berharap hubungan bisa terjalin seperti dulu, tetapi hubungan harus terjalin lebih baik dari hubungan sebelumnya dan menerima perubahan yang ada.
Beberapa yang harus diperhatikan bila ingin kembali ke sang mantan:
  • Harus menyepakati komitmen baru:
    Jika kamu dan dia memang telah yakin untuk menjalaninya kembali pastikan dimulai seperti halnya kalian baru kenal dan jangan pernah mengungkit kesalahan yang terjadi di masa lalu. Benar-benar semuanya harus dimulai lagi dari nol.
  • Perhatikan alasannya:
    Alasan sang mantan kembali itu karena apa? Kalo memang karena ketulusan itu bagus, tetapi kalo ternyata hanya karena mengambil keuntungan aja tentu jangan sampai termakan rayuannya.
  • Jangan terburu-buru:
    Segala sesuatu yang terburu-buru memang hasilnya ga baik. Kamu dengan dia perlu beradaptasi lagi pasca putus.

Belum Bisa Melupakan Mantan Pacar?

Dalam lingkungan hidup kita memang fenomena mantan pacar sering kali terjadi. Memang perlu ditanamkan bahwa hidup itu berjalan maju, bukannya mundur. Terus memikirkan masalalu secara tidak sadar dapat menghalangi kebahagiaan yang bisa kita raih dimasa depan. Baik atau buruknya sang mantan di mata kita, melupakannya itu merupakan bukan perkara yang mudah untuk dilakukan. Sebenernya ada beberapa hal yang memang menyebabkan hal itu terjadi. Diantaranya:
  • Usia hubungan yang memang tidak sebentar:
    Usia suatu hubungan memang bisa mempengaruhi, apalagi untuk usia hubungan yang sudah menginjaki tahunan. Tentunya semakin lama hubungan tersebut semakin lama pula kamu telah bersama dengannya.
  • Cenderung lebih merasa kenangan bersamanya adalah kenangan yang paling indah:
    Dalam sebuah hubungan tidak mungkin semuanya yang dialami itu hanya yang indah-indah aja. Meskipun pada kenyataannya hubungan tidak selalu berjalan indah, saat kita mengingat kenangan tersebut tanpa kita sadari itu kita telah mengubah semuanya menjadi indah, hal-hal buruk yang telah terjadi tidak dianggap.
  • Belum menemukan yang lebih baik darinya:
    Mungkin kamu merasa sampai saat ini masih menyayangi dia, hanya dia yang kamu sayang dan ga akan ada yang bisa menggantikan posisi dia. Kalo kamu berfikiran seperti itu adalah "SALAH BESAR". Kamu masih sayang sama dia? Itu masih hal yang wajar, karena tentunya untuk menghapus perasaan, menetralkan perasaan seperti sebelum kamu bertemu dengannya itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, semuanya butuh waktu juga butuh proses. Kalo kamu menganggap ga bisa sayang sama orang lain itu salah. Kamu pasti bisa sayang sama orang lain, hanya saja kamu memang blom menemukan seseorang yang lebih baik dari kamu yang datang ke kehidupan kamu. Kapan dia datang? Entahlah biarkan waktu yang menjawab semuanya.

Sabtu, 21 Desember 2013

Punya Pacar Yang Cuek???

Siapapun pasti ingin mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang tulus dari seseorang yang disayang. Sebenarnya memberikan hal ini kepada sang pacar bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Tetapi, ini akan menjadi sulit kalau kita mendapatkan pasangan yang memang pada dasarnya adalah tipikal orang yang cuek. Hal ini akan menjadi membuat hubungan kamu dan pasangan akan menjadi tidak nyaman dan kamu merasa tidak diperhatikan atau dipedulikan oleh pasangan.

  • Terima apa adanya dan ikhlas: Kalau kamu sayang sama dia ya kamu memang harus bisa nerima apa adanya si pacar dengan ikhlas. Karena di dunia ini kan memang ga ada manusia yang sempurna. Semua orang pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Menurutmu dia punya kekurangan yang tidak kamu suka, dan sebaliknya dia pun pasti merasakan seperti itu. Kamu punya kekurangan yang mungkin juga dia ga suka.
  • Penyebabnya: Daripada kamu curiga atau negative thinking terus sama pacar kamu karna  sikapnya dia yang cuek, lebih baik kamu cari tau penyebabnya kenapasih pacar kamu itu cuek. Cueknya itu memang dari sananya atau karna ada hal lain? Hayooo~ Disini kamu juga jangan egois, jangan cuman menyalahkan dia aja. Mungkin aja ada sikap kamu juga yang salah, ayo coba periksa sikap kamu sendiri.
  • Jujur: Coba deh kamu cari waktu yang tepat untuk bicara jujur, berterus terang sama dia kalau kamu memang ga suka sama sikapnya dia yang cuek itu. Bicarakan semuanya baik-baik, pelan-pelan, dari hati ke hati jangan sampai pake emosi kalau kamu ga bilang sama dia, dia kan ga akan mungkin bisa paham kalau kamu itu bisa nerima sikapnya itu atau ga. Dengan adanya komunikasi terbuka diantara kalian ini akan membuat kalian saling mengerti kondisi masing-masing. Mungkin aja dengan kamu berterus terang sama dia, dia bisa merubah sikapnya yang cuek itu menjadi seseorang yang lebih perhatian dan peduli terhadap kamu. Kalau sifat memang susah untuk diubah karna sifat itu memang merupakan watak orang tersebut. Tetapi kalo cuek itu termasuk dari sikap, dan sikap itu masih bisa untuk diubah kok selagi orang tersebut memang mempunyai niat. Jadi jangan khawatir yaaa:)
  • Kepercayaan dan Sabar: Dalam suatu hubungan itu pastilah harus tercipta kepercayaan satu sama lain. Jangan sampai tidak ada kepercayaan itu dalam hubungan kalian. Terutama buat kamu yang memang punya pacar yang super duper cuek. Selain kepercayaan udah pasti kamu memang harus mempunya ekstra kesabaran yang jauh lebih tinggi untuk menghadapi si dia. Sikap cueknya seseorang itu memang berbeda-beda. Tapi percayalah secuek-cueknya dia sama kamu dia pasti perhatian dan peduli kok sama kamu, mungkin aja dia memang ga nunjukin itu secara langsung didepan kamu.
  • Lebih Ekspresif: Kalau dia sudah cuek ya kamu juga jangan ikut-ikutan cuek dong. Dengan kamu ikut-ikutan cuek itu udah merupakan salah satu jawaban kalau kamu memang ga akan bisa cocok. Kenapa? Karna dalam hubungan itu ga bisa apa-apa mengandalkan egois. Itu malah akan menjadi pengahncur bagi hubungan kalian. Kalau dia cuek coba deh kamu untuk lebih perhatian dan peduli sama dia. Dengan demikian, dia akan merasakan kenyamanan yang udah kamu kasih ke dia. Di dunia ini ga ada yang ga mungkin terjadi, bisa aja hal itu dapat membuat dia berpikir dan melakukan hal yang sama terhadap kamu.
  • Mengambil Keputusan: Segala sesuatunya itu memang harus dipikirkan dengan baik untuk kedepannya. Jika dia tidak menunjukkan perubahan sikapnya yang cuek itu bisa jadi kamu juga sudah terlalu lelah untuk menghadapi dia, inilah saatnya kamu untuk mengambil sikap atau keputusan. Coba aja kamu bayangkan baru pacaran aja karena cueknya dia kamu bisa ngebatin, gimana kalo kamu nikah sama orang yang kayak gitu? Hiiih syereeem~ Coba dipikirkan kembali karena dalam membangun suatu hubungan itu yang diperlukan bukan hanya cinta, melainkan tanggung jawab dari kedua belah pihak untuk membangun dan menjaga pondasi hubungan tersebut. Tanggung jawab yang dimaksud itu yang cara menunjukkannya dengan saling peduli bukannya cuek dan membuat satu pihak merasa mempertahankan hubungan itu hanya sendirian.
Dari penjelasan diatas tentunya kamu udah paham dan mengerti dong apa yang harus kamu lakukan. Itu hanya sekedar masukan aja, semuanya kembali lagi sama diri kamu dan kata hati kamu sendiri. Pilihan semuanya ada ditangan kamu, kamu harus bagaimana dan seperti apa ya hanya kamu sendiri yang tau.

Minggu, 24 November 2013

Kecewa

Aku rasa tak ada satupun orang yang ingin di kecewakan atau mengecewakan.
Kita pun tidak bisa memilih untuk di posisi mana.
Terkadang kita berada dalam posisi yang di kecewakan, bahkan kita bisa juga mengecewakan.
Kedua hal tersebut sama-sama menyakitkan.
Bahkan aku pun sudah lelah berhadapan dengan yang namanya "KECEWA".
Mungkin orang yang mengecewakan kita belum tentu memang bermaksud seperti itu.
Tapi tetap saja kita ga peduli apapun alasannya judulnya ya tetap kecewa.
Berulang-ulang kali merasa dikecewakan oleh orang yang kita sayang itu rasanyaaaaa.
Ah untuk diungkapkan dengan kata-kata saja pun tak mampu.
Maunya sih tidak berharap lebih, justru awal dari kecewa itu ya "BERHARAP".
Tapi ya bagaimana, tidak ada yang bisa mengontrol akan hal itu.
Ya aku sih hanya percaya dibalik rasa kekecewaan ini akan ada hal yang jauh lebih indah. Amin :)

Rabu, 29 Mei 2013

Jalan Cinta

Untuk anak-anakku,
Yang sedang bertanya-tanya
Tentang masa depan yang tersembunyi dan terbayang begitu jauh
Berharap-harap tentang hidup yang sedang dan akan dihadapinya
Anak-anakku,
yang sedang mencari keyakinan jiwa
Terhadap jiwa lain yang menjadi pasangan jiwanya
Anak-anakku,
Yang sedang gelisah
Menjalani hidup yang penuh ketidakpastian
Dan godaan-godaan yang memberatkan
Anak-anakku,
Yang semakin dewasa
Dan penuh dengan beban tanggungjawab kehidupan
Aku berdoa untuk kalian
Ya Allah,
Karuniakanlah kebajikan dan keteguhan hati kepada mereka
Jiwa-jiwa yang sedang tumbuh dewasa
Bersihkanlah jiwa mereka
Masukkanlah mereka dalam lindunganMu dan pemeliharaanMu
Anakku,
Pada mulanya engkau dan dia bertemu dalam ketidaksengajaan
Karena sejak mulanya adalah engkau dan dia dipertemukan
Oleh Tangan Gaib yang mengatur kehidupan
Dan sejak engkau bertemu lelaki bermata kuat
Dengan tatapannya yang tajam
Ada yang tersentak dari dalam dadamu
Engkau sering menyendiri duduk dalam gelap
bersenandung nyanyian kasmaran
Dan tersenyum entah untuk siapa
Nampaknya engkau tengah mabuk kepayang
memahat langit dengan angan-angan
mengukir malam dengan bayang-bayang
Jangan hanya diam engkau simpan dalam duduk termenung
Malam yang engkau sapa lewat tanpa jawab
Bersikaplah jujur dan terbuka
Tumpahkanlah perasaan yang sarat dengan cinta yang panas bergelora
Barangkali takdir tengah bicara
Telah datang seorang lelaki diperuntukkan buatmu
Dan pandangan matanya memang khusus buatmu
Mengapa engkau harus sembunyi dari kenyataan
Cinta kasih sejati kadang datang tak terduga
Bergegaslah bangun dari mimpi
Atau engkau akan kehilangan keindahan yang tengah engkau genggam
Anggap saja takdir tengah bicara
Ia datang dari langit buatmu dan pandangan matanya khusus buatmu
Engkau akan segera menyadari
Keadaannya tidaklah jauh berbeda
Takdir tengah bicara kepadanya
Ada yang tersentak dari dalam dadanya
Sejak ia bertemu denganmu gadis bermata lembut
Dan tatapanmu yang sejuk
Ia mengasingkan diri dari keriuhan
Merenungi keajaiban ruhaniah yang menggetarkan jiwanya
Bermalam-malam lewat tanpa jawab
Berharap-harap ia bertemu lagi denganmu
Menyusun angan-angan duduk berdua di bawah pohon cemara
Dan bercerita tentang sepasang burung yang bercumbu di atas dahan
Ia menyematkan kembang di rambut telinga kananmu
Lalu waktu yang engkau dan dia bayangkan pun tiba
Engkau bertemu dengannya berdiri di dekat duduknya
Tetapi ia hanya duduk terdiam
Engkaupun hanya berdiri terpaku berharap-harap
Ia berdiri mendekat ke hadapanmu dan menyapamu
Angin dan daunan dan waktu bercanda menunggu
Tetapi engkau dan dia tidak beranjak menyambut suara alam
Yang mengabarkan harapanmu terhadapnya
Dan mengabarkan hasratnya terhadapmu
Keraguanlah yang menyelimuti langkahmu
Engkau ragu keliru memahami pandangan matanya
Ketakutanlah yang menyelubungi langkahnya
Ia takut menemui kenyataanmu yang berbeda
Waktu berlalu dan engkau dan dia berlalu
Sejak ia berlalu dari hadapanmu
Sepi menggelayut di dalam dadamu dan rindu bayang-bayangnya
Sejak engkau berlalu dari hadapannya
Di dadanya bergelayut sepi dan rindu bayang-bayangmu
Engkau dan dia memang tidak seperti kanak-kanak lagi
Kanak-kanak tidak pandai berdusta apalagi terhadap perasaan di dada
Kanak-kanak yang begitu jujur tentang apa yang disukainya atau
dibencinya
Dan disampaikannya dengan tanpa beban
Sedang engkau menyembunyikan darinya
Perasaanmu yang bergelora
Dan dia menyembunyikan darimu
Hasratnya yang membara
Kedua-duanya bersembunyi dibalik harga diri
Mengapa engkau dan dia tidak bersegera mengikuti panggilan jiwa
Yang disatukan Tangan Gaib dalam cinta
Anugerah yang mengejawantah dalam dirimu dan dirinya
Pabila cinta telah memanggilmu ikutilah jalannya
Meski dibalik sayapnya yang anggun
Tersimpan pedang tajam melukaimu
Yakinlah anugerah gaibNya akan membimbing engkau dan dia
Dalam perjalanan yang menggembirakan betapa pun jauhnya
Apabila anugerah cinta telah melingkupi jiwamu dan jiwanya
Maka atas kehendakNya engkau dan dia akan dipertemukan
Betapapun engkau tidak menginginkan
Atau dia tidak menghendaki
Apabila hanya hasrat dan gelora nafsu yang melingkupi jiwamu dan
jiwanya
Maka atas kehendakNya engkau dan dia akan dipisahkan
Betapapun engkau ingin menemukannya
Atau dia ingin menemukanmu
Sesungguhnya atas kehendakNyalah engkau dan dia dipertemukan atau
dipisahkan
Nampaknya kegelisahanmu dan hasratnya
Hendak dipertemukan olehNya dalam cinta
Sehingga waktu membuatmu sering berhadapan dengannya
Dan ruang sering menempatkannya di dekatmu
Lalu engkau dan dia menjadi lebih mudah berbicara
Dan mendekatkan jiwamu dengan jiwanya
Sampai tiba waktu yang engkau dan dia tunggu
Benih yang dianugerahkan untukmu dan untuknya
Telah mulai bersemi dan tumbuh sebagai pohon cinta dengan cepatnya
Kalian menjadi sepasang kekasih yang saling mengikat janji setia
Sepasang kekasih saling menumpahkan perasaan
Mengikat waktu dengan memadu rindu
Saling bercerita tentang kegembiraan
Saling bercerita tentang kesedihan
Saling membagi tentang harapan dan beban
Memupuk pohon cinta dengan terbuka
Kepercayaan dan keikhlasan tentang hidup yang nampak atau tersembunyi
Memberikan dengan segala kerelaan kesempatan dan dukungan
Meminta dengan lembut pembelaan dan perlindungan
Memberikan pengertian dengan sepenuh hati dan pikiran
Sepasang kekasih saling menjaga dan memelihara
Karena ada kalanya di tengah waktu
Datang masa-masa yang mengganggu dan membingungkan
Menjadi masalah dan kemarahan
Lalu seperti kanak-kanak kalian saling membenci
Tentang keadaannya yang tidak engkau inginkan
Tentang keadaanmu yang tidak dia inginkan
Lalu seperti kanak-kanak kalian saling berdiam
Tentang ketidakmengertiannya terhadap keinginanmu
Tentang ketidakmengertianmu terhadap keinginannya
Anugerah cinta, harapan dan kedewasaan yang membimbing kalian
Membawamu kembali mendekat kepadanya
Membawanya kembali mendekat kepadamu
Lalu kalian saling bercerita
Tentang pemeliharaan dan penjagaan sepasang kekasih
Lalu kalian saling mengingatkan tentang pohon cinta yang kalian
ikrarkan
Di sepanjang perjalanan selalu datang kabut
Mengaburkan pandangan dan menghalangi tujuan hidup
Kekuatanmu dan kekuatannya dan anugerah cinta yang dapat
membersihkannya
Maka hanya kepadaNya berlindung dan berserah diri
Sepasang kekasih memohon penjagaan dan pemeliharaan
Sepasang kekasih memohon limpahan kasih sayang
Pohon cinta tumbuh subur dan semakin dewasa
Akarnya semakin kuat dan pokoknya semakin kokoh
Daunnya semakin rimbun meneduhi
Pohon dewasa yang siap berbunga dan berbuah
Dalam jiwamu mulai tumbuh perasaan-perasaan baru
Tentang tujuan dan harapan pohon cinta
Akankah ini berbunga dan berbuah dengan lebatnya
Engkau menjadi putik benih bagi hidup baru
Dan dia menjadi sari menghidupkan benih
Dalam jiwanya mulai tumbuh gagasan-gagasan baru
Tentang kedewasaan pohon cinta dan tujuan dan harapannya
Akankah ini berbunga dan berbuah dengan lebatnya
Akankah dia menikmatinya bermusim-musim
Malam-malam berlalu tanpa jawab
Kegelisahanmu dan kegundahannya dipertemukan dalam diam
Engkau tidak tahu bagaimana memulai kata ungkapan tentang perasaanmu
yang baru
Dia tidak tahu bagaimana menceritakan gagasannya yang baru
Kedewasaanmu dan kedewasaannya mendapat ujian
Menghadapi kenyataan dengan terbuka dan jujur
Bermalam-malam berlalu dengan doa
Engkau dan dia berdoa
Ya Allah,
Bersihkanlah diriku, jernihkanlah pikiranku, beningkanlah hatiku
Tunjukkanlah kepadaku keyakinan yang benar
Pilihkanlah bagiku asal yang baik dan akhir yang baik
Sampai tiba waktunya
Engkau dan dia dikuatkan
Saling membuka dan bercerita tentang hal yang sama
Dan kalian saling tertawa tentang kekakuan beberapa masa sebelumnya
Kalian saling memantapkan harapan dan tujuan
Kalian saling mengingatkan tanggungjawab dan kenyataan hidup
Kalian saling setuju hidup bersekutu
Maka atas KehendakNYa kalian dipersatukan
Atas NamaNya kalian menjadi Suami Istri dengan kasih sayang
Berjanji saling menjaga dan mengingatkan tentang kebaikan
Saling melindungi dan mendukung dalam kehidupan
Dan hidup menjadi lebih nyata dan membahagiakan
Begitulah kalian menjalani hidup bersekutu
Bulan-bulan berlimpah kegembiraan dan kesenangan
Memadu kasih dengan bahagia tanpa kesedihan dan kegelisahan
Seolah-olah hanya kalian berdua yang ada di dunia
Lalu waktu berjalan semakin panjang
Dan hidup menjadi semakin nyata
Keriuhan dan gejolak hidup menampakkan wujudnya
Engkau mengandung anakmu yang pertama
Lalu seperti mendapat jiwa lain bersemayam dalam tubuhmu
Engkau dan dia merasakan ikatan yang batin
Suamimu bergembira dan menjadi semakin dewasa
Sembilan bulan engkau menjaga anak dalam kandunganmu
Dengan susah payah yang bertumpuk
Ada kalanya engkau menyimpan marah dan kesal
Ada kalanya engkau begitu gembira dan bahagia
Penuh syukur dan doa kepadaNya
Ketika tiba saatnya
Beban kandungan semakin memuncak
Punggungmu semakin berat dan payah
Pinggangmu semakin pegal dan sulit bernapas
Anakmu mengabarkan waktunya semakin dekat
Dan engkau melahirkannya dengan kesulitan dan berat
Antara rasa hidup dan mati yang menyakitkan
Suamimu menjagamu dan menguatkanmu
Ketika suara tangis bayi terdengar
Manusia baru telah lahir di tengah-tengah keluargamu
Dan engkau merasakan kebahagiaan yang tinggi
Memeluk bayi basah begitu merah
Jiwamu penuh dengannya dan jiwanya mengenalimu sebagai ibunya
Udara seperti penuh malaikat-malaikat suci
Menyambut dengan doa kehadiran anakmu
Membisikkan kepadamu harapan-harapan dan janji dari Tuhan
Hidupmu menjadi begitu berharga dan mulia
Dan mendapat tempat istimewa di surgaNya
Engkau menjadi ibu
Suamimu menjadi bapak
Engkaupun mengasuh dan memeliharanya
Dengan kasih sayang yang berlimpah
Jiwamu terikat dengan jiwanya
Air susu yang engkau minumkan kepadanya
Menjadi air jiwa bagi anakmu
Dan kebahagiaannya meminum air susumu
Menjadi tali yang tidak pernah putus bagimu
Kemanapun engkau bepergian
Yang ada dalam hati dan pikiranmu hanyalah wajah mungilnya
Maka bila tiba waktu pulang
Engkau bergegas dan cepat-cepat hendak sampai rumah
Di halaman engkau dengar tangisnya
Ia mencium aroma tubuhmu lewat angin
Hatimu tersayat-sayat penuh dengan rasa rindu bergumpal-gumpal di
dadamu
Air susumu menetes karenanya
Tidak sabar engkau angkat dan engkau cium wajahnya
Disambutnya engkau dengan senyum dari mulut mungil
Dan mata lucu yang merasa aman pelindungnya telah datang
Diusap-usapnya dengan kedua tangan mungil kulit wajahmu yang lekat di
wajahnya
Seolah-olah dapat dipastikan olehnya halus kulit wajahmu
Matanya semakin berbinar
Mendapati air susumu yang segar dan menyehatkan
Dan hatimu semakin bersinar
Kebahagiaan yang bertumpuk di atas kebahagiaan
Engkau lupakan semua lelah dan payah yang engkau jalani
Menungguinya bermalam-malam tanpa tidur
Ketika merengek ia basah oleh ompol atau kotoran
Ketika menangis ia tengah malam haus atau lapar
Waktu terus berjalan
Engkau melihat anakmu tumbuh berkembang
Belajar berguling dan menengkurapkan tubuhnya
Belajar merangkak dan berjalan
Dan mengucapkan kata-katanya yang pertama
Engkau mengajarinya memanggilmu ibu
Dan memanggil suamimu bapak
Engkau mengajarinya tentang alam
Api itu panas es itu dingin
Obat itu menyembuhkan racun itu mematikan
Engkau mengajarinya makan dan memakai baju
Menyisirkan rambutnya
Sambil bersenandung lagu kesukaannya
Dan menggumam betapa eloknya anakmu
Kesukaanmu kepadanya bertambah-tambah
Ikatanmu terhadapnya semakin kuatnya
Sedikit saja ia luka terjatuh atau tersayat pisau
Engkau begitu khawatirnya
Seolah-olah darah yang tumpah itu adalah darahmu sendiri
Dan kulitmulah yang tersayat atau luka
Begitu sayangnya engkau kepadanya
Sehingga yang engkau ucapkan adalah rasa marah
Yang lalu rasa sedihmu sebab telah memarahinya
Membuatmu menggendongnya dan mengusap lembut lukanya
Dengan obat yang paling lunak tetapi menyembuhkan
Engkau melihat anakmu tumbuh semakin dewasa
Dan menghadapi hidup dengan jalannya sendiri
Engkau semakin kesulitan menghadapinya
Seolah-olah ia tidak dapat mengerti keinginanmu
Dan engkau tidak lagi mengerti keinginannya
Ia hidup dengan teman-temannya sendiri
Berbicara sedikit denganmu dan dengan suamimu
Ia seolah-olah semakin jauh
Engkau bimbang dan gagap menghadapi dunianya yang berubah
Rasa cintamu kepadanya begitu ingin
Mengikatnya dalam rengkuhanmu
Mengamankannya dalam dekapanmu
Menggendong dan mengelus wajahnya seperti ketika ia kecil
Sedang gagasanmu tentang tantangan hidupnya begitu ingin
Membebaskannya melakukan pencarian
Mendukungnya tumbuh dan belajar menghadapi masa depannya
Melepaskannya untuk hidup dalam masanya
Sampai tiba waktunya ia benar-benar menjadi dewasa
Dan memahami duniamu dengan lebih leluasa
Dan engkau memahami dunianya dengan lebih lega
Percaya dan ikhlas tentangnya
Yakin karena engkau telah membimbingnya dengan benar
Maka engkau berdoa untuk anakmu setiap malam dalam sujud
Ya, Allah,
Tunjukkanlah kepada anakku jalan yang benar
Dekatkanlah ia kepada jalanMu
Bimbinglah ia, jagalah ia, lindungilah ia
Berikanlah kepadanya keteguhan dan keyakinan yang kuat
Tabahkanlah ia menghadapi hidup
Dan sabarkanlah kami dan bimbinglah kami orang tuanya
Ya Allah,
Kami berserah diri kepadaMu
Tiba waktu bagi anakmu menemukan kekasihnya
Seperti engkau ketika muda
Engkau begitu ingin melihat kekasihnya
Dililit rasa cemburu karena perhatiannya kepadamu
Tidak lagi seperti dahulu
Ia lebih banyak bersama kekasihnya daripada bersamamu
Dan ketika bersamamu
Ia lebih banyak bercerita tentang kekasihnya daripada tentangmu
Engkau merasa akan tiba waktunya
Dan ketika anakmu menikahi kekasihnya
Waktu pun tiba
Engkau berpisah dengannya
Anakmu menjalani hidup sendiri
Mendiami rumahnya sendiri
Bersama dengan istrinya seperti engkau dahulu
Dan hidupmu seolah-olah kesepian
Waktu terus berputar
Dan kalian berdua menjadi begitu tua
Rambut memutih dan tubuh melemah
Kenangan berjalan satu-satu di depan mata
Engkau menjadi memiliki kesadaran dan memahami
Hidup ini bisa begitu mudah atau rumit
Tergantung bagaimana engkau melihat dan menjalaninya
Sekarang engkau telah tua sehingga engkau melihat
Apa yang dahulunya engkau anggap
Sebagai kerumitan dan kesulitan yang besar
Ternyata hanyalah hal yang sederhana dan mudah saja
Ternyata engkau lahir bukan untuk bersiap-siap menghadapi hidup
Engkau lahir adalah untuk hidup dan menjalani hidup
Engkau lalu menjadi begitu pasrah dan ikhlas
Menerima waktu yang semakin habis
Tubuhmu menjadi sakit dan terbaring di dipan
Anak-anakmu yang dekat maupun yang jauh berdatangan
Berdoa dan memohonkan ampun di samping dipan
Mengantarkanmu memenuhi waktu terakhir
Sampai akhirnya engkau pergi meninggalkan dunia dengan tenang
Anak-anakmu bahagia
Melihatmu tersenyum dengan tenang di saat terakhir
Menandakan keberhasilanmu menjalani hidup
Mereka mendoakan
Hidupmu lebih bahagia dan tenang
Di alam yang lebih kekal
Mereka bangga terhadapmu.
~ Kahlil Gibran ~